Rabu, 31 Desember 2014

KEINDAHAN PANTAI BANDENGAN DENGAN PASIR PUTIHNYA

Pantai Bandengan merupakan tempat pariwisata kota jepara, dengan pasir putihnya yang indah dan panorama yang menarik. Pantai bandengan ini terletak di desa bandengan, kecamatan jepara, kabupaten jepara, jawa tengah. Pantai yang terletak di pesisir pantai utara pulau jawa ini menjadi tempat wisata yang cukup menarik untuk di kunjungi. Pada musim liburan pantai bandengan selalu ramai dikunjungi para wisatawan untuk berliburan di pantai pasir putih .



Asal-usul nama bandengan, sebutan nama pantai bandengan ini erat dengan kaitannya legenda  asal-usul kepulauan pulau karimunjawa, didalam legenda ini dikisahkan seorang tokoh pemuka agama yang bernama Amir Hasan putra sunan muria yang di perintahkan untuk pergi memperdalam ilmu sekaligus mengembangkan ilmu agama ke kepulauan pulau karimunjawa. Ketika sampai ini, mereka tersebut banyak menemukan ikan bandeng di wilayah tersebut sehingga wilayah tersebut dinamakan desa bandengan yang lantas pantainya bias di sebut dengan nama pantai bandengan.

Pantai ini sebenarnya bernama pantai Tirta Samudera atau Pantai Tirto Samudro yang merupakan tempat pariwisata yang panling terkenal di jepara, kota kelahiran satu pahlawan yaitu R.A. Kartini. Pantai ini jernih dan bepasir putih dan jarak dari pusat kota jepara adalah sekitar 7 KM. Pantai ini cocok untuk berenang, bermain voli, menyelam dan di sekitar pantai terdapat taman-taman yang indah yang bias untuk berkumpul keluarga, bersepedaan, dll.

Selain itu juga di pinggir pantai terdapat hal yang menarik yakni hamparan pepohonan yang rimbun dan hijau yang membuat suasana pantai bandengan begitu sejuk dan nyaman. Keindahan Pantai Bandengan juga tidak kalah dengan keindahan pantai bali karena keindahannya hamper sama dan juga berpasir putih. Selain itu di Pantai Bandengan terdapat Hotel untuk menginap parawisatawan yang dating dari jauh untuk beristirahat, dan di pagi hari anda juga dapat menikmati sajian paronama matahari yang terbit di Pantai Bandengan.


Sabtu, 08 November 2014

MEDIA SEBAGI PANGLIMA

“MEDIA SEBAGI PANGLIMA” karya dari Seno Gumira Ajidarma
Biografi: artikel yang berjudul Media Sebagai Panglima ini dipamerkan pada pameran tingkat nasional. Di postkan di Kebun Jeruk, selasa 4 juni 2013.
Penulis bayak memberikan  suatu gambaran tentang media masa pada saat ini tentunya di kalangan masyarakat sekitar tentunya di Indonesia. Yang aneh adalah banyak sekali wartawan yang dalam menggali informasi untuk media kurang profesiomal. Terdapat banyak sekali sikap tidak netral di kalangan wartawan. Wartawan lebih mementingkan kalangannya sendiri dan membuat kalangan lain tidak bias mengalahkannya (dalam artian politik). Disini penulis mengajak agar para wartawan menjunjung tinggi kode etik wartawan khususnya sikap kenetralan dalam menggali informasi untuk media. Dengam bukti “wartawan bukanlah wartawan, melainkan sekedar instrument media yang seperti robot, menjadi mesin bahasa canggih bagi kegagapan para pemikir medioker, dan ujung-ujungnya ternyata bahkan memberikan sumbangan”. Dari sinilah terlihat bahwa wartawan kita masih tergolong dalam kategori kelompok atau wartawan yang sudah di tetapkan pada suatu kalangan, dan tidak dapat netral dalam menggali suatu informasi,  mereka masih terikat oleh kalangan tertentu, maka dari itu wartawan yang ada di Indonesia tidak selalu memberikan kabar atau berita yang aktual atau yang aslinya pada berita tersebut karna masih terikat pada satu kalangan tertentu. Oleh karena itu wartawan dan diantara wartawan harus bersikap netral pada penggalian informasi yang ada dan tidak menuju ke kalangan yang di hinggapinya, harus merata dalam menggali informasi.


ANTARA DORONGAN DAN KEMAUAN HATI

ANTARA DORONGAN DAN KEMAUAN HATI
Sejak lahir saya sudah mengikuti aliran muslim di suatu daerah yang lekat dengan suasana muslim, sejak lahir saya diperkenalkan dengan ajaran tersbut, sampai saya di sekolahkan di suatu sekolahan yang berbau dengan muslim juga, saat itulah saya mengenal ajaran itu dan saat tulah saya mengenal, dan saya juga pernah mengikuti sekolah sore yang di sebut”TPQ” di dukuh sebelah, saya hanya mengikuti 3 bulan karena tidak betah dengan lingkungannya.
Selama saya sekolah di Madrasah dekat rumah saya, setiap hari saya di perkenalkan dengan sholat 5 waktu yaitu, dzuhur, asyar, magrib, isya, dan subuh, saya melaksanakannya it uterus setiap hari, dari itulah saya melihat kesenangan dari sholat itu, karena membuat kesenangan bukan kebahagiaan, kata orang jawa”ati ayem tentrem”.
Sesudah lulus madrasah saya melanjutkan sekolah ke SMP yang berada di desa lain yang bertempat di deket gunung, boleh dibilang pedesaan, cukup menyenangkan sekolah di pedesaan karena siswanya unik-unik, dan saya heran  karena bahasa yang dipakai tidaklah sama yang saya pakai. Saat sekolah disitu ajaran agama yang diberikan kurang begitu banyak, beda saat sekolah di madrasah, mata pelajaran yang diberikan sangatlah banyak hampir 80%.
Saat usia 16 tahun saya memasuki jenjang yang agak tinggi yaitu masuk sekolah kejuruan(SMK) saya mengambil jurusan otomotif(montir mobil), saat masuk sekolah kejuruan saya belum begitu banyak mengetahui tentang permesinan hanya tahu sedikit-dikit tentang dunia permesinan, jujur saya orangnya mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, latar belakang kenapa saya bisa memilih sekolah kejuruan dan mengambil dunia permesinan yaitu, ketika saya melihat kakak ponakan saya yang sekolah mesinan begitu enak bisa memperbaiki motor yang rusak dan bisa membantu orang-orang yang motornya rusak saat di jalan, dari situlah saya tertarik dengan dunia permesinan.
Mulai masuk SMK konsep keagamaan sangat kurang, dunia otomotif yang di kuatkan di situ karena memasuki sekolah kejuruan otomotif, dari sinilah apa yang kita lewati itu selalu berubah dengan apa yang kita inginkan sebelumnya  dari kata A bisa berubah menjadi B dan C itulah karakter kemauan manusia termasuk saya, jadi apa yang kita mau pasti ada rintangan entah itu hal dalam dorongan dari orang tua maupun kemauan dari kita sendiri. Jadi apa yang kita lalui kita cukup memahami saja dan apa yang kita lalui mungkin itu yang terbaik buat diri kita.




DAMPAK MINUM KOPI

DAMPAK MINUM KOPI
Mendengar istilah kafein, kita biasanya langsung teringat akan minuman berwarna hitam yang disebut kopi. Ya, sebagaimana namanya, kopi memiliki kandungan utama berupa senyawa kafein. Namun jangan salah, selain terdapat pada kopi, kafein juga terkandung dalam jumlah besar pada the dan cokelat. Meskipun rasanya nikmat, namu tidak sedikit individu yang pantang terhadap minuman yang berasa pahit ini. Jadi sebenarnya kopi itu berbahaya atau justru bermanfaat bagi tubuh? Berikut akan kita bahas mengenai dampak kafein untuk kesehatan.
Kafein itu sendiri merupakan suatu senyawa berbentuk Kristal. Penyusun utamanya adalah senyawa turunan protein disebut dengan purin xatin. Senyawa ini pada kondisi tubuh yang normal memang memiliki beberapa khasiat antara lain merupakan obat analgetik yang mampu menurunkan rasa sakit dan mengurangi demam. Akan tetapi, pada tubuh yang mempunyai masalah dengan keberadaan hormone metabolism asam urat, maka kandungan kafein dalam tubuh akan memicu terbentuknya asam urat tinggi merupakan salah satu penyakit yang dihindari karena dapat menimbulkan rasa sakit kronis, terbentuknya ginjal, bahkan jika deposit asam urat terdapat pada ginjal dapat merusak ginjal dan jika timbunan urat ada pada persendian dapat menimbulkan kerusakan sendi pada tulang.
Dampak kafein untuk kesehatan lainnya adalah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan hipertensi. Kafein memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas hormone adenosine yang berfungsi dalam memperlebar pembukuh darah. Akibatnya,  diding pembuluh darah menjadi sempit dan tekanan darah meningkat sehingga terjadilah hipertensi. Selain itu kafein dapat memicu aktivitas hormone stress, yaitu kortikosteroid yang selanjutnya akan berhubungan dengan aktivitas saraf parasimpatik untuk meningkatkan frekuensi jantung di dalam memompa darah, sehingga denyut jantung menjadi lebih cepat. Denyut jantung yang cepat  menambah resiko serangan jantung. Namun kafein yang terdapat pada the dampaknya tidak seberat kopi, karena pada the terdapat beberapa komponen lain yang menetralisir efek kafein.
Jadi kurang bagusnya dampak kafein untuk kesehatan, mengharuskan kita mengontrol asupan kafein yang masuk dalam tubuh.




Minggu, 05 Oktober 2014

KEBENCIAN DAN SOLUSI MENURUT BUDDHIST


  ARTI KEBENCIAN
             Menurut kamu besar Indonesia(KBBI), benci adalah perasaan yang tidak suka kepada orang yang menonjolkan diri dan memburukkan atau menjelekkan orang lain. Sedangkan kebencian adalah sebuah sifat dan perasaan benci terhadap suatu objek. Kebencian (Dosa) adalah salah satu kotoran batin yang laten sulit untuk dihilangkan. Sedangkan menurut saya benci adalah perasaan bergejolak didalam hati kita yang tidak dapat di tahan atau dikendalikan. Sang pembenci yang memiliki perasaan benci dan sifat benci dalam dirinya adalah seorang pembenci. Kebencian adalah salah satu perwujudan dari factor batin yang tidak bermoral, hal yang paling merusak disunia ini. 
 
WUJUD
        Seseorang yang dikuasai oleh kebencian dan tidak bias mengendalikan diri dari kebencian ibarat seseorang yang terbakar oleh api kebencian. Keenam indra manusia yaitu mata, telinga, hidung, kulit, lidah, perkataan dan perbuatannya. Kebencian (Dosa) merupakan bahan bakar bagi timbulnya pikiran, perkataan dan perbuatan buruk. Kebencian hanya mengendap atau tertidur untuk sementara waktu kemudian bias muncul ketika kondisi batin seseorang sedang waspada. Orang yang diliputi dengan perasaan benci biasanya bersikap acuh tak acuh, cuek, masa bodoh, tidak peduli, selalu berharap terjadi hal-hal yang buruk terhadap orang/mahkluk lain yang benci bahkan sampai melukai orang/mahkluk lain yang dibenci supaya celaka. Kebencian tidak mengenal siapa yang dibencinya entah itu orang tua/muda dan kaya/miskin. Bahkan orang yang tidak kita kenal kadang juga menjadi korbannya, kebencian biasanya sangat melekat dengan rasa tidak suka, menggunjing dan pada akhirnya hanya akan berbicara yang tidak ada manfaatnya/omong kosong. Kebencian akan menghancurkan diri sendiri dan orang lain. 
SEBAB
         Adanya kebencian (Dosa) karena rasa takut, kebencian karena merasa dirinya terhina kebencian yang dikarenakan kekuasaan, kebencian karena balas dendam. Bisa juga karena mungkin orang lain pernah sombong terhadap kita, pernah menyakiti, pernah membuat hal-hal yang tidak menyenangkan bagi kita.

 AKIBAT
       Kebencian akan menghancurkan diri sendiri dan orang lain. Begitu kebencian muncul dalam batin, kesadaran yang berakar pada kemarahan terjadi yang bersekutu dengan ketidaktahuan, moral yang malu berbuat jahat dan kegelisahan batin. Oleh karena itu seseorang mengadu domba sesame saudara/temannya, kebencian membuat seseorang untuk mencari-cari/meneliti kesakahan orang lain. Kebencian menjadikan seseorang berbangga diri, merasa lebih baik, merasa paling benar dan membuat seseorang untuk dengan mudah merendahkan orang lain. Kebencian membuat seseorang melupakan kebaikan seseorang terhadap kita, menjadikan kita mengungkit kebaikan kita terhadapnya, mengingat semua kesalahannya dan melupakan kesalahan kita kepadanya. Kebencian membuat kita tidak peduli dengan nasihat kebenaran, karena melihat darimana asalnya basihat tersebut. Kebencian membatasi seseorang untuk melakukan perbuatan baik, berdana. Karena disini kita melihat siapa yang akan kita beri. Kebencian bias menambah musuh, kehilangan teman, hancurnya persahabatan dan tentunya menambah karma buruk. Kita juga bias dikucilkan karena mempunyai sifat seseorang yang pembenci. 

PENYELESAIAN MENURUT AGAMA BUDDHA
       Dalam Agama Buddha dikenal istilah tiga akar kejahatan yaitu dosa, lobha, dan moha (kebencian, keserakahan, kebodohan)/ Salah satunya dosa(kebencian) bias diatasi dengan melakukan meditasi, Khususnya dilaksanakan dengan mengambil objek cinta kasih. Ini merupakan salah satu cara yang bias digunakan khususnya yang diajarkn oleh Sang Buddha untuk mengatasi kebencian yang muncul dalam diri seseorang, Meditasi dapat dijadikan sebagai sebuah solusi untuk mengatasi kecenderungan seseorang yang memiliki watak pembenci (dosacarita). Dalam kitab suci agama Buddha dhammapada terdapat syair yang berbunyi” kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian, kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih”.