Kamis, 15 Januari 2015

BUDDHA DHAMMA TENTANG MORALITAS [Apa yang Bukan Ajaran]

Jika orang lain memuji-ku, Dhamma, atau Sangha, kalian tidak boleh gembira, bahagia, atau senang akan hal itu. Jika kalian gembira, bahagia atau senang akan pujian itu, maka itu akan menjadi rintangan bagi kalian. Jika orang lain memuji-ku, Dhamma atau Sangha, kalian harus mengakui kebenaran sebagai kebenaran.
Hal-hal mendasar, persoalan kecil dari praktik moral bagi orang-orang biasa untuk memuji sang Tathagata, Dan apakah hal-hal mendasar, persoalan kecil ini bagi oang-orang biasa untuk memuji beliau?
[Bagian singkat tentang Moralitas]
o   Menghindari pembunuhan, dengan menjauhi pembunuhan, tanpa tongkat atau pedang, cermat, penuh belas kasih, bergerak demi kesejahteraan semua mahkluk hidup. Demikianlah orang-prang biasa akan memuji Sang Tathagata. “Menghindari apa yang tidak diberikan, Petapa Gotama berdiam dengan menjauhi apa yang tidak diberikan, hidup murni, menerima apa yang diberikan, menunggu apa yang diberikan, tanpa mencuri. Menghindari ketidaksucian, Petapa Gotama hidup jauh darinya, jauh dari praktik social hubungan seksual.
o   Petapa Gotama adalah seseorang yang menjauhi merusak benih dan hasil panen. Beliau makan sekali sehari dan tidak makan pada waktu malam, menjauhi makan pada waktu yang salah. Beliau menghindari menonton tari-tarian, nyanyian music, dan pertunjukan, beliau menghindari menerima beras mentah atau daging mentah, beliau tidak menerima perempuan atau gadis muda, budak laki-laki atau perempuan, beliau menghindari menjadi kurir, membeli dan menjual, menipu dengan timbangan dan takaran yang salah, dari menyuap dan korupsi, dari penipuan dan kemunafikan, dari melukai, membunuh, memenjarakan, perampok jalanan, dan mengambil makanan dengan paksa. Demikianlah orang-orang biasa akan memuji Sang Tathagata.
[Bagian menengah tentang Moralitas]
o   Sementara beberapa petapa dan brahmana memakan makanan pemberian mereka yang berkeyakinan, cenderung merusak benih-benih itu yang tumbuh dari akar-akar, dari tangkai, dari ruas-ruas, dari irisan, dari biji, Petapa Gotama menghindari perusakan demikan. Demikianlah orang-orang biasa akan memuji Sang Tathagata.
o   Sementara beberapa petapa dan brahmana memakan makan pemberian mereka yang berkeyakinan, cenderung menikmati barang-barang, simpanan seperti makanan, minuman dan pakaian, alat transportasi, tempat tidur. Petapa Gotama menjahui kenikmatan demikian.
[Bagian panjang tentang Moralitas]
o   Sementara beberapa  petapa dan brahmana memakan makanan pemeberian mereka yang berkeyakinan, berpenghidupan dari keterampilan, penghidupan salah seperti membaca garis tangan, meramalkan dari gambar-gambaran, tanda-tanda, mimpi, tanda-tanda jasmani, pemuja api, ahli dalam jimat, pengetahuan setan, meramalkan usia kehidupan seseorang. Petapa Gotama menjahui keterampilan dan kehidupan salah demikian.
o   Sementara beberapa petapa dan brahmana berpenghidupan dengan keterampilan seperti menilai tanda-tanda permata, tongkat, pakaian, pedang, tombak, anak panah, senjata, perempuan, laki-laki, anak-anak, gadis-gadis. Petapa Gotama menjahui keterampilan demikian.

Itulah beberapa hal-hal kecil yang di jauhi oleh Petapa Gotama untuk menghindari penghidupan salah, hal yang mendasar dan persoalan kecil, maka orang-orang biasa akan memuji Sang Tathagata dalam penghidupannya yang benar dan memberikan pandangan benar terhadap umat manusia maupun semua makhluk.