Sabtu, 08 November 2014

MEDIA SEBAGI PANGLIMA

“MEDIA SEBAGI PANGLIMA” karya dari Seno Gumira Ajidarma
Biografi: artikel yang berjudul Media Sebagai Panglima ini dipamerkan pada pameran tingkat nasional. Di postkan di Kebun Jeruk, selasa 4 juni 2013.
Penulis bayak memberikan  suatu gambaran tentang media masa pada saat ini tentunya di kalangan masyarakat sekitar tentunya di Indonesia. Yang aneh adalah banyak sekali wartawan yang dalam menggali informasi untuk media kurang profesiomal. Terdapat banyak sekali sikap tidak netral di kalangan wartawan. Wartawan lebih mementingkan kalangannya sendiri dan membuat kalangan lain tidak bias mengalahkannya (dalam artian politik). Disini penulis mengajak agar para wartawan menjunjung tinggi kode etik wartawan khususnya sikap kenetralan dalam menggali informasi untuk media. Dengam bukti “wartawan bukanlah wartawan, melainkan sekedar instrument media yang seperti robot, menjadi mesin bahasa canggih bagi kegagapan para pemikir medioker, dan ujung-ujungnya ternyata bahkan memberikan sumbangan”. Dari sinilah terlihat bahwa wartawan kita masih tergolong dalam kategori kelompok atau wartawan yang sudah di tetapkan pada suatu kalangan, dan tidak dapat netral dalam menggali suatu informasi,  mereka masih terikat oleh kalangan tertentu, maka dari itu wartawan yang ada di Indonesia tidak selalu memberikan kabar atau berita yang aktual atau yang aslinya pada berita tersebut karna masih terikat pada satu kalangan tertentu. Oleh karena itu wartawan dan diantara wartawan harus bersikap netral pada penggalian informasi yang ada dan tidak menuju ke kalangan yang di hinggapinya, harus merata dalam menggali informasi.


ANTARA DORONGAN DAN KEMAUAN HATI

ANTARA DORONGAN DAN KEMAUAN HATI
Sejak lahir saya sudah mengikuti aliran muslim di suatu daerah yang lekat dengan suasana muslim, sejak lahir saya diperkenalkan dengan ajaran tersbut, sampai saya di sekolahkan di suatu sekolahan yang berbau dengan muslim juga, saat itulah saya mengenal ajaran itu dan saat tulah saya mengenal, dan saya juga pernah mengikuti sekolah sore yang di sebut”TPQ” di dukuh sebelah, saya hanya mengikuti 3 bulan karena tidak betah dengan lingkungannya.
Selama saya sekolah di Madrasah dekat rumah saya, setiap hari saya di perkenalkan dengan sholat 5 waktu yaitu, dzuhur, asyar, magrib, isya, dan subuh, saya melaksanakannya it uterus setiap hari, dari itulah saya melihat kesenangan dari sholat itu, karena membuat kesenangan bukan kebahagiaan, kata orang jawa”ati ayem tentrem”.
Sesudah lulus madrasah saya melanjutkan sekolah ke SMP yang berada di desa lain yang bertempat di deket gunung, boleh dibilang pedesaan, cukup menyenangkan sekolah di pedesaan karena siswanya unik-unik, dan saya heran  karena bahasa yang dipakai tidaklah sama yang saya pakai. Saat sekolah disitu ajaran agama yang diberikan kurang begitu banyak, beda saat sekolah di madrasah, mata pelajaran yang diberikan sangatlah banyak hampir 80%.
Saat usia 16 tahun saya memasuki jenjang yang agak tinggi yaitu masuk sekolah kejuruan(SMK) saya mengambil jurusan otomotif(montir mobil), saat masuk sekolah kejuruan saya belum begitu banyak mengetahui tentang permesinan hanya tahu sedikit-dikit tentang dunia permesinan, jujur saya orangnya mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, latar belakang kenapa saya bisa memilih sekolah kejuruan dan mengambil dunia permesinan yaitu, ketika saya melihat kakak ponakan saya yang sekolah mesinan begitu enak bisa memperbaiki motor yang rusak dan bisa membantu orang-orang yang motornya rusak saat di jalan, dari situlah saya tertarik dengan dunia permesinan.
Mulai masuk SMK konsep keagamaan sangat kurang, dunia otomotif yang di kuatkan di situ karena memasuki sekolah kejuruan otomotif, dari sinilah apa yang kita lewati itu selalu berubah dengan apa yang kita inginkan sebelumnya  dari kata A bisa berubah menjadi B dan C itulah karakter kemauan manusia termasuk saya, jadi apa yang kita mau pasti ada rintangan entah itu hal dalam dorongan dari orang tua maupun kemauan dari kita sendiri. Jadi apa yang kita lalui kita cukup memahami saja dan apa yang kita lalui mungkin itu yang terbaik buat diri kita.




DAMPAK MINUM KOPI

DAMPAK MINUM KOPI
Mendengar istilah kafein, kita biasanya langsung teringat akan minuman berwarna hitam yang disebut kopi. Ya, sebagaimana namanya, kopi memiliki kandungan utama berupa senyawa kafein. Namun jangan salah, selain terdapat pada kopi, kafein juga terkandung dalam jumlah besar pada the dan cokelat. Meskipun rasanya nikmat, namu tidak sedikit individu yang pantang terhadap minuman yang berasa pahit ini. Jadi sebenarnya kopi itu berbahaya atau justru bermanfaat bagi tubuh? Berikut akan kita bahas mengenai dampak kafein untuk kesehatan.
Kafein itu sendiri merupakan suatu senyawa berbentuk Kristal. Penyusun utamanya adalah senyawa turunan protein disebut dengan purin xatin. Senyawa ini pada kondisi tubuh yang normal memang memiliki beberapa khasiat antara lain merupakan obat analgetik yang mampu menurunkan rasa sakit dan mengurangi demam. Akan tetapi, pada tubuh yang mempunyai masalah dengan keberadaan hormone metabolism asam urat, maka kandungan kafein dalam tubuh akan memicu terbentuknya asam urat tinggi merupakan salah satu penyakit yang dihindari karena dapat menimbulkan rasa sakit kronis, terbentuknya ginjal, bahkan jika deposit asam urat terdapat pada ginjal dapat merusak ginjal dan jika timbunan urat ada pada persendian dapat menimbulkan kerusakan sendi pada tulang.
Dampak kafein untuk kesehatan lainnya adalah dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan hipertensi. Kafein memiliki kecenderungan untuk menghambat aktivitas hormone adenosine yang berfungsi dalam memperlebar pembukuh darah. Akibatnya,  diding pembuluh darah menjadi sempit dan tekanan darah meningkat sehingga terjadilah hipertensi. Selain itu kafein dapat memicu aktivitas hormone stress, yaitu kortikosteroid yang selanjutnya akan berhubungan dengan aktivitas saraf parasimpatik untuk meningkatkan frekuensi jantung di dalam memompa darah, sehingga denyut jantung menjadi lebih cepat. Denyut jantung yang cepat  menambah resiko serangan jantung. Namun kafein yang terdapat pada the dampaknya tidak seberat kopi, karena pada the terdapat beberapa komponen lain yang menetralisir efek kafein.
Jadi kurang bagusnya dampak kafein untuk kesehatan, mengharuskan kita mengontrol asupan kafein yang masuk dalam tubuh.