Minggu, 05 Oktober 2014

KEBENCIAN DAN SOLUSI MENURUT BUDDHIST


  ARTI KEBENCIAN
             Menurut kamu besar Indonesia(KBBI), benci adalah perasaan yang tidak suka kepada orang yang menonjolkan diri dan memburukkan atau menjelekkan orang lain. Sedangkan kebencian adalah sebuah sifat dan perasaan benci terhadap suatu objek. Kebencian (Dosa) adalah salah satu kotoran batin yang laten sulit untuk dihilangkan. Sedangkan menurut saya benci adalah perasaan bergejolak didalam hati kita yang tidak dapat di tahan atau dikendalikan. Sang pembenci yang memiliki perasaan benci dan sifat benci dalam dirinya adalah seorang pembenci. Kebencian adalah salah satu perwujudan dari factor batin yang tidak bermoral, hal yang paling merusak disunia ini. 
 
WUJUD
        Seseorang yang dikuasai oleh kebencian dan tidak bias mengendalikan diri dari kebencian ibarat seseorang yang terbakar oleh api kebencian. Keenam indra manusia yaitu mata, telinga, hidung, kulit, lidah, perkataan dan perbuatannya. Kebencian (Dosa) merupakan bahan bakar bagi timbulnya pikiran, perkataan dan perbuatan buruk. Kebencian hanya mengendap atau tertidur untuk sementara waktu kemudian bias muncul ketika kondisi batin seseorang sedang waspada. Orang yang diliputi dengan perasaan benci biasanya bersikap acuh tak acuh, cuek, masa bodoh, tidak peduli, selalu berharap terjadi hal-hal yang buruk terhadap orang/mahkluk lain yang benci bahkan sampai melukai orang/mahkluk lain yang dibenci supaya celaka. Kebencian tidak mengenal siapa yang dibencinya entah itu orang tua/muda dan kaya/miskin. Bahkan orang yang tidak kita kenal kadang juga menjadi korbannya, kebencian biasanya sangat melekat dengan rasa tidak suka, menggunjing dan pada akhirnya hanya akan berbicara yang tidak ada manfaatnya/omong kosong. Kebencian akan menghancurkan diri sendiri dan orang lain. 
SEBAB
         Adanya kebencian (Dosa) karena rasa takut, kebencian karena merasa dirinya terhina kebencian yang dikarenakan kekuasaan, kebencian karena balas dendam. Bisa juga karena mungkin orang lain pernah sombong terhadap kita, pernah menyakiti, pernah membuat hal-hal yang tidak menyenangkan bagi kita.

 AKIBAT
       Kebencian akan menghancurkan diri sendiri dan orang lain. Begitu kebencian muncul dalam batin, kesadaran yang berakar pada kemarahan terjadi yang bersekutu dengan ketidaktahuan, moral yang malu berbuat jahat dan kegelisahan batin. Oleh karena itu seseorang mengadu domba sesame saudara/temannya, kebencian membuat seseorang untuk mencari-cari/meneliti kesakahan orang lain. Kebencian menjadikan seseorang berbangga diri, merasa lebih baik, merasa paling benar dan membuat seseorang untuk dengan mudah merendahkan orang lain. Kebencian membuat seseorang melupakan kebaikan seseorang terhadap kita, menjadikan kita mengungkit kebaikan kita terhadapnya, mengingat semua kesalahannya dan melupakan kesalahan kita kepadanya. Kebencian membuat kita tidak peduli dengan nasihat kebenaran, karena melihat darimana asalnya basihat tersebut. Kebencian membatasi seseorang untuk melakukan perbuatan baik, berdana. Karena disini kita melihat siapa yang akan kita beri. Kebencian bias menambah musuh, kehilangan teman, hancurnya persahabatan dan tentunya menambah karma buruk. Kita juga bias dikucilkan karena mempunyai sifat seseorang yang pembenci. 

PENYELESAIAN MENURUT AGAMA BUDDHA
       Dalam Agama Buddha dikenal istilah tiga akar kejahatan yaitu dosa, lobha, dan moha (kebencian, keserakahan, kebodohan)/ Salah satunya dosa(kebencian) bias diatasi dengan melakukan meditasi, Khususnya dilaksanakan dengan mengambil objek cinta kasih. Ini merupakan salah satu cara yang bias digunakan khususnya yang diajarkn oleh Sang Buddha untuk mengatasi kebencian yang muncul dalam diri seseorang, Meditasi dapat dijadikan sebagai sebuah solusi untuk mengatasi kecenderungan seseorang yang memiliki watak pembenci (dosacarita). Dalam kitab suci agama Buddha dhammapada terdapat syair yang berbunyi” kebencian tidak akan pernah berakhir jika dibalas dengan kebencian, kebencian akan berakhir jika dibalas dengan cinta kasih”.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar