Sabtu, 08 November 2014

ANTARA DORONGAN DAN KEMAUAN HATI

ANTARA DORONGAN DAN KEMAUAN HATI
Sejak lahir saya sudah mengikuti aliran muslim di suatu daerah yang lekat dengan suasana muslim, sejak lahir saya diperkenalkan dengan ajaran tersbut, sampai saya di sekolahkan di suatu sekolahan yang berbau dengan muslim juga, saat itulah saya mengenal ajaran itu dan saat tulah saya mengenal, dan saya juga pernah mengikuti sekolah sore yang di sebut”TPQ” di dukuh sebelah, saya hanya mengikuti 3 bulan karena tidak betah dengan lingkungannya.
Selama saya sekolah di Madrasah dekat rumah saya, setiap hari saya di perkenalkan dengan sholat 5 waktu yaitu, dzuhur, asyar, magrib, isya, dan subuh, saya melaksanakannya it uterus setiap hari, dari itulah saya melihat kesenangan dari sholat itu, karena membuat kesenangan bukan kebahagiaan, kata orang jawa”ati ayem tentrem”.
Sesudah lulus madrasah saya melanjutkan sekolah ke SMP yang berada di desa lain yang bertempat di deket gunung, boleh dibilang pedesaan, cukup menyenangkan sekolah di pedesaan karena siswanya unik-unik, dan saya heran  karena bahasa yang dipakai tidaklah sama yang saya pakai. Saat sekolah disitu ajaran agama yang diberikan kurang begitu banyak, beda saat sekolah di madrasah, mata pelajaran yang diberikan sangatlah banyak hampir 80%.
Saat usia 16 tahun saya memasuki jenjang yang agak tinggi yaitu masuk sekolah kejuruan(SMK) saya mengambil jurusan otomotif(montir mobil), saat masuk sekolah kejuruan saya belum begitu banyak mengetahui tentang permesinan hanya tahu sedikit-dikit tentang dunia permesinan, jujur saya orangnya mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi, latar belakang kenapa saya bisa memilih sekolah kejuruan dan mengambil dunia permesinan yaitu, ketika saya melihat kakak ponakan saya yang sekolah mesinan begitu enak bisa memperbaiki motor yang rusak dan bisa membantu orang-orang yang motornya rusak saat di jalan, dari situlah saya tertarik dengan dunia permesinan.
Mulai masuk SMK konsep keagamaan sangat kurang, dunia otomotif yang di kuatkan di situ karena memasuki sekolah kejuruan otomotif, dari sinilah apa yang kita lewati itu selalu berubah dengan apa yang kita inginkan sebelumnya  dari kata A bisa berubah menjadi B dan C itulah karakter kemauan manusia termasuk saya, jadi apa yang kita mau pasti ada rintangan entah itu hal dalam dorongan dari orang tua maupun kemauan dari kita sendiri. Jadi apa yang kita lalui kita cukup memahami saja dan apa yang kita lalui mungkin itu yang terbaik buat diri kita.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar