ANTARA DORONGAN
DAN KEMAUAN HATI
Sejak lahir
saya sudah mengikuti aliran muslim di suatu daerah yang lekat dengan suasana
muslim, sejak lahir saya diperkenalkan dengan ajaran tersbut, sampai saya di
sekolahkan di suatu sekolahan yang berbau dengan muslim juga, saat itulah saya
mengenal ajaran itu dan saat tulah saya mengenal, dan saya juga pernah
mengikuti sekolah sore yang di sebut”TPQ” di dukuh sebelah, saya hanya
mengikuti 3 bulan karena tidak betah dengan lingkungannya.
Selama saya
sekolah di Madrasah dekat rumah saya, setiap hari saya di perkenalkan dengan
sholat 5 waktu yaitu, dzuhur, asyar, magrib, isya, dan subuh, saya
melaksanakannya it uterus setiap hari, dari itulah saya melihat kesenangan dari
sholat itu, karena membuat kesenangan bukan kebahagiaan, kata orang jawa”ati
ayem tentrem”.
Sesudah
lulus madrasah saya melanjutkan sekolah ke SMP yang berada di desa lain yang
bertempat di deket gunung, boleh dibilang pedesaan, cukup menyenangkan sekolah
di pedesaan karena siswanya unik-unik, dan saya heran karena bahasa yang dipakai tidaklah sama yang
saya pakai. Saat sekolah disitu ajaran agama yang diberikan kurang begitu
banyak, beda saat sekolah di madrasah, mata pelajaran yang diberikan sangatlah
banyak hampir 80%.
Saat usia
16 tahun saya memasuki jenjang yang agak tinggi yaitu masuk sekolah
kejuruan(SMK) saya mengambil jurusan otomotif(montir mobil), saat masuk sekolah
kejuruan saya belum begitu banyak mengetahui tentang permesinan hanya tahu
sedikit-dikit tentang dunia permesinan, jujur saya orangnya mempunyai rasa
ingin tahu yang tinggi, latar belakang kenapa saya bisa memilih sekolah
kejuruan dan mengambil dunia permesinan yaitu, ketika saya melihat kakak
ponakan saya yang sekolah mesinan begitu enak bisa memperbaiki motor yang rusak
dan bisa membantu orang-orang yang motornya rusak saat di jalan, dari situlah
saya tertarik dengan dunia permesinan.
Mulai masuk SMK konsep
keagamaan sangat kurang, dunia otomotif yang di kuatkan di situ karena memasuki
sekolah kejuruan otomotif, dari sinilah apa yang kita lewati itu selalu berubah
dengan apa yang kita inginkan sebelumnya dari kata A bisa berubah menjadi B dan C
itulah karakter kemauan manusia termasuk saya, jadi apa yang kita mau pasti ada
rintangan entah itu hal dalam dorongan dari orang tua maupun kemauan dari kita
sendiri. Jadi apa yang kita lalui kita cukup memahami saja dan apa yang kita
lalui mungkin itu yang terbaik buat diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar